11/10/12

Glukagon dan Somatostatin


Glukagon dan fungsinya
            Glukagon yaitu suatu hormon yang disekresikan oleh sel-sel alfa pulau langerhans sewaktu kadar glukosa darah turun, mempunyai beberapa fungsi yang bertentangan dengan fungsi insulin fungsi yang paling penting dari hormon ini adalah meningkatkan konsentrasi glukosa darah, yaitu suatu efek yang jelas bertentangan dengan efek insulin.

            Seperti halnya insulin, glukagon merupakan polipeptida besar. Hormon ini mempunyai berat molekul 3485 dan terdiri atas rantai yang tersusun dari 29 asam amino. Bila seekor binatang diberi suntikan glukagon murni, efek hiperglikemik yang hebat akan timbul. Hanya 1 μg/kg glukagon dalam waktu kira-kira 20 menit saja sudah dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah kira-kira 20 mg/100 ml darah (peningkatan sebesar 25%) karena alasan inilah, glukagon juga disebut hormon hiperglikemik.
Pengaturan sekresi glukagon
            Penurunan konsentrasi glukosa darah dari nilai normalnya sewaktu puasa yang besarnya kira-kira 90 mg/100ml darah hingga mencapai kadar hipoglikemik, dapat meningkatkan konsentrasi glukagon plasma beberapa kali lipat. Sebaliknya meningkatnya kadar glukosa darah hingga mencapai kadar hiperglikemik akan mengurangi kadar glukagon dalam plasma. Jadi, pada keadaan hipoglikemik, glukagon yang disekresikan dalam jumlah sangat besar, selanjutnya sangat meningkatkan pengeluaran glukosa dari hati dan akibatnya membantu memperbaiki keadaan hipoglikemia.
            Tingginya kadar asam amino, seperti yang terdapat di dalam darah sesudah makan protein (khususnya asam amino alanin dan arginin), akan merangsang timbulnya sekresi glukagon, keadaan ini mirip dengan efek asam amino dalam merangsang timbulnya sekresi insulin. Jadi pada kasus ini, respon glukagon dan respon insulin tidaklah bertentangan satu sama lain. Manfaat perangsangan asam amino terhadap sekresi glukagon adalah bahwa glukagon kemudian memacu konversi cepat asam amino menjadi glukosa sehingga lebih banyak lagi glukosa yang tersedia untuk jaringan.
            Aktivitas fisik yang melelahkan, konsentrasi glukagon dalam darah sering kali meningkat sebanyak 4-5 kali lipat. Apa yang menyebabkan keadaan ini masih belum dipahami sebab konsentrasi glukosa darah tidak begitu menurun. Efek yang menguntungkan dari glukagon adalah mencegah penurunan kadar glukosa darah.
Somatostatin menghambat sekresi Glukagon dan insulin
            Hormon somatostatin yang disekresikan oleh sel-sel delta pulau langerhans merupakan suatu senyawa polipeptida yang hanya terdiri atas 14 asam amino yang mempunyai waktu paruh yang sangat singkat dalam sirkulasi darah yaitu hanya 3 menit lamanya. Hampir semua faktor yang berhubungan dengan pencernaan makanan akan merangsang sekresi somatostatin. Faktor-faktor ini adalah (1) naiknya kadar glukosa darah, (2) naiknya kadar asam amino, (3) naiknya kadar asam lemak, dan (4) naiknya konsentrasi beberapa macam hormon pencernaan yang dilepaskan oelh bagian atas saluran cerna sebagai respon terhadap asupan makanan.
        
           Sebaliknya somatostatin mempunyai berbagai efek penghambat berikut ini :
  1. Somatostatin bekerja secara lokal di dalam pulau Langerhans sendiri guna menekan sekresi insulin dan glukagon
  2. Somatostatin menurunkan motilitas lambung, duodenum dan kandung empedu
  3. Somatostatin mengurangi sekresi dan absorbsi dalam saluran cerna

Sumber :
Guyton dan Hall.2008. Fisiologi Kedokteran Ed 11. Jakarta : EGC
 

No comments:

Post a Comment