12/16/12

Fisiologi Persalinan


Fisiologi Persalinan

            Persalina dibagi menjadi 3 tahap : dilatasi serviks, pelahiran bayi dan pelahiran plasenta.

1. Dilatasi serviks
            Serviks dipaksa melebar oleh kepala bayi maksimal 10 cm merupakan tahap paling lama dapat berlangsung hingga 24 jam. Jika bagian tubuh lain dari janin selain kepala maka biasanya kurang efektif dan tidak dapat melebarkan jalan lahir untuk dilalui kepala. Jika pada keadaan ini tidak ada intervensi medis maka kepala janin akan sangku di serviks.

2. Tahap persalinan
            Reseptor-reseptor tegang yang ada di vagina mengaktifkan suatu refleks saraf yang memicu kontraksi otot-otot abdomen untuk mendorong bayi melewati jalan lahir. Ibu dapaat mengkontraksikan otot-otot abdomen dan uterus dengan cara mengejan.
            Tahap ini terjadi biasanya selama 30-90 menit. Pada tahap ini plasenta masih melekat pada bayi yang nantinya akan diikat dan dipotong, dengan puntung akan menciut dalam beberapa hari untuk membentuk umbilikus (pusar).

3. Pelahiran plasenta
            Terjadi kontraksi uterus yang kedua untuk melahirkan plasenta yang melekat di miometrium melalui vagina. Pelahiran plasenta (after birth) berlangsung selama 15-30 menit. Setelah dikeluarkan, terjadi kontraksi miometrium yang berkelanjutan yang menyebabkan pembuluh darah uterus yang mengalir ke tempat perlekatan plasenta terjepit untuk mencegah perdarahan. Setelah tahap persalinan selesai terjadi involusi uterus.

Involusi Uterus
            Uterus menciut ke ukuran pregestasinya (involusi), berlangsung  4-5 minggu. Selama involusi, jaringan endometrium yang tertinggal mengalami disintegrasi dan terlepas menghasilkan duh vagina (lokia) dan terus keluar selama 3-6 minggu setelah persalinan. Setelah periode ini endometrium akan pulih ke keadaan sebelum hamil.
            Involusi terjadi terutama disebabkan penurunan tajam estrogen dan progesteron  darah saat plasenta dikeluarkan. Keadaan ini dipercepat juga pada ibu yang menyusui bayinya karena terjadi pelepasan oksitosin akibat rangsangan puting susu. Hal ini yang membuat terjadinya kontraksi miometrium yang mempertahankan tonus otot uterus, yang mempercepat involusi. Involusi tuntas selama 4 minggu pada ibu yang menyusui bayinya, sedangkan pada ibu yang tidak menyusui bayinya involusi dapat terjadi selama 6 minggu.

Sumber :

Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Ed 6. Jakarta : EGC

No comments:

Post a Comment