10/9/12

Jenis Obat Asma



1.      Agonis β2-adrenoreseptor
Seperti salbutamol merupakan bronkodilator yang kuat dan cepat, juga merupakan pilihan pertama untuk meredakan gejala-gejala akut. Obat tersebut mengaktivasi adenilat siklase untuk meningkatkan adenosin monofosfat siklase (cAMP)  dan juga mengurangi pelepasan mediator dari sel inflamasi dan saraf jalan napas.  β2-agonis yang bekerja lama seperti salmeterol memungkinan regimen dengan dosis 2 kali sehari. Penggunaan jangka panjang β2-agonis disertai dengan penurunan efektivitas (toleransi).

Pneumonia



I. Definisi
Peradangan yang mengenai parenkim paru distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus repiratorius dan alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

8/10/12

Infeksi Jamur


Jamur yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia antara lain adalah dermatofit ( dermathophyte, bahasa yunani, yang berarti ‘tumbuhan kulit’) dan jamur serupa ragiCandida albicans, yang menyebabkan terjadinya infeksi jamur superfisial pada kulit, rambut, kuku dan selaput lendir. Jamur lainnya dapat menembus jaringan hidup dan menyebabkan infeksi di bagian dalam.

8/9/12

Pemeriksaan Penunjang Pada Kulit


Pemeriksaan penunjang khusus yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut : 
  • Pemeriksaan darah-untuk kelainan sistemik yang melatarbelakanginya dan dikembangkan untuk analisis genetik
  • Swab dan sampel-sampel yang lain-untuk infeksi
  • Lampu wood (wood’s light)- beberapa kelainan menjadi lebih mudah untuk dilihat
  • Kerokan kulit atau guntingan kuku- mikroskopi dan kultur mikologis
  • Biopsi kulit- histopatologi, mikroskopi elektron, imunopatologi, sidik DNA 
  •  Tes tempel (patch tes)-untuk membuktikan alergi akibat kontak dengan alergen

Mekanisme Pertahanan Saluran Pernapasan


Saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini antara lain refleks menelan dan refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea, juga kerja “ekskalator mukosiliaris” yang menjabak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. Selain itu, lapisan mukus mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan, yaitu imunoglobin (Ig) (terutama IgA), PMN (Polimormonuklear) dan interferon.