5/15/13

Penanganan Luka Tusuk di Anggota Badan



Tindakan pertolongan :
1.      Bersihkan tepi luka dari kotoran dengan cairan steril dan obat antiseptik.
2.      Kalau luka tidak dalam, siramlah dengan larutan hidrogen peroksida untuk menghentikan kegiatan kuman tetanus.
3.      Luka tusuk biasanya tidak memerlukan jahitan.
4.      Tutup luka tersebut dengan kasa steril yang kering dan beri balutan penekan.
5.      Bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan antitetanus dan antibiotika.

Sumber :

Mohamad, Kartono., 2008, Pertolongan Pertama, Percetakan Kanisius, Yogyakarta.

Patogenesis,Patofisiologi dan Manifestasi Klinis HIV AIDS



Patogenesis
Dasar utama patogenesis HIV adalah kurangnya jenis limposit T helper/induser yang mengandung marker CD 4 (sel T 4). Limfosit T 4 merupakan pusat dan sel utama yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam menginduksi fungsi-fungsi imunologik. Menurun atau hilangnya sistem imunitas seluler, terjadi karena HIV secara selektif menginfeksi sel yang berperan membentuk zat antibodi pada sistem kekebalan tersebut, yaitu sel lymfosit T4. Setelah HIV mengikat diri pada molekul CD 4, virus masuk kedalam target dan ia melepas bungkusnya kemudian dengan enzym reverse transcryptae ia merubah bentuk RNA agar dapat bergabung dengan DNA sel target. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengundang bahan genetik virus. Infeksi HIV dengan demikian menjadi irreversibel dan berlangsung seumur hidup.

I. Penyakit Endemik dan Epidemiologinya di Indonesia



Beberapa jenis penyakit masih merupakan endemik di beberapa wilayah di Indonesia seperti demam berdarah dengue (DBD), demam tifoid, demam chikungunya, leptospirosis dan malaria.

Reaksi Hipersensitivitas tipe II



Reaksi Hipersensitivitas tipe II disebut juga reaksi sitotoksik atau sitolitik, terjadi karena dibentuk antibodi jenis IgG atau IgM terhadap antigen yang merupakan bagian sel penjamu. Reaksi diawali oleh reaksi antara antibodi dan determinan antigen yang merupakan bagian dari membran sel tergantung apakah komplemen asesori dan metabolisme sel dilibatkan.

3/29/13

Faktor Usia dan Penurunan Pendengaran



Faktor usia bisa menyebabkan terjadinya penurunan pendengaran. Biasanya dikenal dengan gangguan pendengaran pada geriatri (usia lanjut). Dimana proses degenerasi yang terjadi pada sel-sel rambut luar di bagian basal koklea sangat besar pengaruhnya dalam penurunan ambang pendengaran di usia lanjut.

I. Definisi dan Etiologi NIHL (Noise Induced Hearing Lose)



1.1  Definisi
     Merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja.

I. Anatomi Telinga


                 Telinga terdiri atas telinga luar, telinga tengah atau cavum tympani dan telinga dalam atau labyrinth.

1.1  Telinga luar
Terdiri atas auricula dan meatus acusticus externus.
      Auricula mempunyai bentuk yang khas dan berfungsi mengumpulkan getaran udara. Auricula mempunyai otot intrinsik dan ekstrinsik, keduanya disarafi oleh N. Facialis.